HOME

OUR UNIVERSE

What is Our Universe?

Tata surya kita adalah sistem bintang yang terdiri dari matahari sebagai pusatnya, delapan planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), serta miliaran benda langit lainnya seperti bulan, asteroid, dan komet. Matahari adalah objek terbesar dan memiliki massa lebih dari 99.8% dari total massa tata surya. Tata surya kita terletak di salah satu lengan galaksi Bima Sakti yang disebut dengan Lengan Orion dan membutuhkan waktu sekitar 230 juta tahun untuk mengorbit pusat galaksi.

Anggota tata surya

  • Matahari: Bintang raksasa di pusat tata surya yang menghasilkan energi fusi nuklir.
  • Planet: Terdapat delapan planet yang mengorbit Matahari, terbagi menjadi planet dalam dan planet luar.
  • planet katai: Lima planet katai yang diakui secara resmi adalah Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris
  • Benda langit lainnya: Termasuk ratusan bulan, ribuan asteroid, dan komet yang mengorbit Matahari.

Planet-planet yang ada di tata surya kita

Tata surya memiliki delapan planet utama: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Disini kita akan jelaskan masing-masing planet-planet yang ada di tata surya kita.

Merkurius

Merkurius adalah planet terkecil di tata surya dan terdekat dengan Matahari. Planet ini memiliki periode revolusi terpendek, yaitu sekitar 88 hari Bumi untuk mengelilingi Matahari, tetapi memiliki periode rotasi yang sangat panjang (satu hari di Merkurius sama dengan 176 hari di Bumi). Karakteristik unik lainnya meliputi suhu ekstrem antara siang dan malam (sekitar 420 derajat celsius hingga -180 derajat celsius), permukaan yang penuh kawah seperti Bulan, dan tidak memiliki satelit alami.

Venus

Venus adalah planet kedua dari Matahari dan dikenal sebagai tetangga Bumi yang paling dekat, planet terpanas di tata surya, dan planet paling terang di langit malam selain Matahari dan Bulan. Meskipun terlihat indah dari Bumi, Venus adalah dunia yang sangat keras dengan atmosfer tebal beracun, suhu ekstrem hingga lebih dari 470 derajat celsius, dan tekanan permukaan hampir 90 kali lebih tinggi dari Bumi, seperti dikutip dari Natural History Museum, Akupintar.id, dan Space.

Bumi

Bumi adalah planet ketiga dari Matahari, planet terbesar kelima di tata surya, dan satu-satunya tempat yang diketahui memiliki kehidupan. Permukaanya sekitar 71% ditutupi air, menjadikannya “planet biru”, dan memiliki atmosfer serta medan magnet yang melindungi kehidupan. Bumi memiliki lapisan-lapisan struktur, berputar pada porosnya menghasilkan siang dan malam, serta mengelilingi Matahari setiap tahun. Bumi terbentuk sekitar 4,5 hingga 4,6 miliar tahun yang lalu. Berputar pada porosnya menghasilkan satu hari (24 jam) dan mengelilingi Matahari menghasilkan satu tahun (sekitar 365,25 hari).

Mars

Mars adalah planet keempat dari Matahari dan dikenal sebagai “Planet Merah” karena kandungan besi berkarat di tanahnya. Planet ini adalah dunia gurun yang berdebu dan dingin dengan atmosfer tipis, tetapi memiliki fitur-fitur seperti musim, lapisan es kutub, gunung berapi, dan ngarai. Mars memiliki kemiripan dengan Bumi, seperti panjang hari (24,6 jam) dan musim (karena kemiringan sumbu rotasi 25 derajat), namun satu tahunnya jauh lebih lama, yaitu sekitar 687 hari bumi. Suhu rata-ratanya sangat dingin, yaitu sekitar -85 derajat Fahrenheit (sekitar -65 derajat Celsius).

Jupiter

Jupiter adalah planet kelima dari Matahari, raksasa gas terbesar di Tata Surya, yang terkenal dengan penampilan bergaris-garis dan badai raksasa Bintik Merah Besar. Planet ini terdiri dari sekitar 90% hidrogen dan 10% helium, tidak memiliki permukaan padat, dan memiliki lebih dari 95 bulan yang diketahui. Jupiter juga memiliki medan magnet terkuat di antara semua planet. Jupiter adalah planet terbesar di Tata Surya, dengan diameter sekitar 140.000 km. Massanya 318 kali lebih besar dari Bumi dan menyumbang 71,1% dari total massa semua planet di Tata Surya. Memiliki hari terpendek di Tata Surya, hanya membutuhkan sekitar 9,9 jam untuk berputar sekali pada porosnya.

Saturnus

Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan planet terbesar kedua di tata surya, terkenal karena sistem cincinnya yang megah. Sebagai raksasa gas, planet ini sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium, dengan inti padat yang terbuat dari besi, nikel, dan batuan. Saturnus memiliki lebih dari 50 bulan, termasuk Titan yang besar, dan satu hari di Saturnus berlangsung selama 10,7 jam, sementara satu tahunnya setara dengan 29,4 tahun Bumi. Cincinnya yang terkenal terdiri dari jutaan pecahan es dan batu yang mengorbit planet ini. Meskipun planet lain juga memiliki cincin, cincin Saturnus lebih terlihat ukurannya dan komposisinya.

Uranus

Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari, raksasa es yang unik karena kemiringan sumbunya yang ekstrem (sekitar 97,8 derajat) sehingga tampak berputar menyamping. Planet ini memiliki cincin samar, lebih dari dua lusin bulan, dan atmosfer yang sangat dingin yang terdiri dari hidrogen, helium, dan metana. Uranus dinamai dari dewa langit yunani kuno, Ouranos. Merupakan planet terdingin di tata surya, dengan suhu di atmosfernya bisa mencapai serendah -224 derajat celsius.Terbesar ketiga di tata surya, dengan diameter sekitar empat kali lebih besar dari Bumi.

Neptunus

Neptunus adalah planet kedelapan dan terjauh dari Matahari, sebuah raksasa es berwarna biru dengan massa terbesar keempat di tata surya. Planet ini memiliki inti berbatu kecil yang dikelilingi cairan padat panas dari es (air, metana, amonia) dan atmosfer tebal. Ciri khasnya meliputi badai besar seperti “bintik gelap”, memiliki lima cincin utama dengan gumpalan debu yang disebut busur, serta kemiringan sumbu yang menghasilkan musim yang berlangsung sekitar 40 tahun. Satu tahun di Neptunus sama dengan sekitar 165 tahun bumi, karena planet ini membutuhkan waktu 165 tahun untuk mengorbit matahari. Satu hari di Neptunus (rotasi) berlangsung sekitar 16 jam. Kemiringan sumbunya sekitar 28.32 derajat, mirip Bumi, sehingga mengalami musim yang masing-masing berlangsung sekitar 40 tahun.

Matahari

Matahari adalah bintang pusat tata surya yang berupa bola gas raksasa dan plasma super panas, sedangkan planet adalah benda langit yang mengorbit matahari, berbentuk bulat karena gravitasinya, dan telah membersihkan orbitnya dari benda lain. Matahari memiliki massa dan gravitasi dominan yang mengendalikan pergerakan semua planet di sekelilingnya, serta memancarkan cahaya dan panas dari reaksi fusi nuklir di intiniya. Inti matahari memiliki suhu sekitar 15 juta derajat celsius, sementara permukaan fotosfer yang terlihat memiliki suhu sekitar  5.500 derajar celsius. Lapisan terluarnya (korona) bisa mencapai 2 juta derajat celsius. Energi matahari dihasilkan dari reaksi fusi nuklir di intinya, di mana atom hidrogen menyatu membantu atom helium, melepaskan energi dalam jumlah besar.

Planet-planet katai

Planet katai adalah benda langit yang mengorbit matahari, memiliki massa cukup untuk membuatnya berbentuk hampir bulat, tetapi belum “membersihkan” orbitnya dari benda langit besar lainnya. Berada dalam orbit langsung mengelilingi Matahari, bukan satelit dari planet lain. Memiliki gravitasi yang cukup untuk mengatasi tekanan benda tegar dan menciptakan bentuk yang hampir bulat (kesetimbangan hidrostatik). Orbitnya tidak “bersih” dari benda-benda angkasa berukuran besar lainnya, tidak seperti planet-planet klasik. Contoh planet katai yang diakui di Tata Surya adalah Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris.

Ceres

Ceres adalah planet katai terbesar di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter, satu-satunya planet katai di tata surya bagian dalam, dan juga asteroid pertama yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Ia memiliki struktur internal seperti planet batuan (inti padat, mantel bantuan, dan kerak es/garam) serta kemungkinan memiliki samudra bawah permukaan air asin dan material organik. Awalnya dianggap sebagai planet, kemudian direklasifikasi menjadi asteroid setelah lebih banyak objek ditemukan. Sejak 2006, Ceres ditetapkan sebagai planet katai karena penemuan objek lain seperti Eris yang mempertanyakan definisi planet.

Pluto

Pluto adalah sebuah planet kerdil yang ditemukan di Sabuk Kuiper, sebuah wilayah di luar orbit Neptunus. Dulunya dianggap sebagai planet kesembilan, statusnya direklasifikasikan pada tahun 2006 oleh International Astronomical Union (IAU) karena tidak memenuhi semua kriteria definisi planet, terutama kriteria “membersihkan lingkungan di sekitarnya”. Pluto adalah salah satu tempat terdingin di tata surya, dengan suhu ekstrem yang bisa mencapai sekitar -225 derajat celsius. Ditemukan pada tahun 1930 dan awalnya dianggap sebagai planet kesembilan. Setelah penemuan banyak objek lain di Sabuk Kuiper, statusnya diubah pada tahun 2006.

Haumea

Haumea adalah planet katai berbentuk lonjong yang terletak di Sabuk Kuiper dan berotasi sangat cepat, menyelesaikannya dalam waktu kurang dari empat jam. Rotasi cepat ini memberikan bentuk seperti bola sepak yang pipih dan merupakan salah satu ciri khasnya. Permukaannya sebagian besar terdiri dari es air dan memiliki dua bulan, Hi’aka dan Namaka. Melakukan satu putaran penuh dalam waktu sekitar 3,9 jam, salah satu yang tercepat di tata surya. Suhu rata-ratamya sangat dingin, sekitar -241 derajat celsius, sehingga tidak mungkin dihuni kehidupan.

Makemake

Makemake adalah sebuah planet kerdil yang terletak di Sabuk Kuiper, berukuran sekitar tiga perempat dari Pluto, dan memiliki suhu permukaan yang sangat dingin. Planet ini ditemukan pada tahun 2005 dan memiliki satelit bernama MK2. Permukaannya diperkirakan terdiri dari metana, etana, dan es nitrogen, serta memiliki warna kemerahan yang berasal dari senyawa kimia bernama tholin. Sangat dingin, sekitar 30 K (sekitar -243 derajat celsius)

Eris

Eris adalah sebuah planet kerdil (dwarf planet) yang terletak di Sabuk Kuiper, lebih jauh dari Neptunus. Ditemukan pada tahun 2005, penemuan Eris memicu perdebatan dan akhirnya pengklasifikasian ulang Pluto menjadi planet kerdil pada 2006 karena ukurannya yang hampir sama dengan Pluto tetapi memiliki massa lebih besar. Eris dinamai dari dewi kekacauan dan perselisihan dalam mitologi Yunani, sebuah nama yang cocok karena penemuannya memicu perdebatan tentang definisi planet.  Meskipun volumenya sedikit lebih kecil dari Pluto, massanya sekitar 27% lebih besar, menjadikannya lebih padat.

OUR UNIVERSE

When is our universe created?

Semesta kita tercipta sekitar 13,7 hingga 13,8 miliar tahun yang lalu melalui peristiwa yang dikenal sebagai Big Bang. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta bermula dari satu titik yang sangat kecil, padat, dan panas yang kemudian meledak dan mengembang hingga kini. Gagasan ini pertama kali dirumuskan oleh astronom Georges Lemaitre dan didukung oleh pengamatan astronom Edwin Hubble yang menunjukan bahwa galaksi-galaksi saling menjauh.

Teori Big Bang

Apa itu teori Big Bang?

Teori Big Bang adalah model kosmologi yang menjelaskan bahwa alam semesta bermula dari satu titik sangat padat dan panas yang kemudian mengembang dan mendingin hingga menjadi seperti sekarang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Teori ini didukung oleh bukti seperti ekspansi alam semesta, radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik (sisa panas dari awal alam semesta), dan kelimpahan unsur ringan seperti hidrogen dan helium.

Urutan-urutan terjadinya alam semesta

Peristiwa

Big Bang

CMB terbentuk

Galaksi terbentuk

Tata Surya terbentuk

Kini

Waktu Terjadi

0 tahun

380.000 tahun

100 juta – 1 miliar tahun

9 miliar tahun setelah Big Bang

13,8 miliar tahun setelah Big Bang

Keterangan

Awal ruang & waktu

Cahaya pertama

Struktur besar muncul

Sekitar 4,6 miliar tahun lalu

Era kita sekarang

OUR UNIVERSE

How is our universe created?

Alam semesta diperkirakan terbentuk sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu melaui peristiwa yang dikenal sebagai Teori Big Bang. Pada awalnya, seluruh alam semesta terkompresi dalam satu titik yang sangat padat dan panas, kemudian mengembang secara cepat, membawa serta semua materi dan energi. Seiring waktu, alam semesta mendingin dan mengembang, memungkinkan partikel-partikel subatom untuk bergabung membentuk atom, yang kemudian gravitasi menariknya menjadi galaksi, bintang, dan planet.

Tahapan awal berdasarkan Teori Big Bang

Titik tunggal: Semua materi dan energi alam semesta terkumpul dalam satu titik singularitas yang sangat padat dan panas, dengan ruang dan waktu belum ada.

Ledakan Besar: Titik tersebut meledak, memulai ekspansi alam semesta yang sangat cepat.

Pembentukan partikel: Seiring alam semesta mengembang dan mendingin, energi mulai berubah menjadi partikel subatom, seperti proton dan neutron.

Pembentukan atom: Beberapa menit setelah Big Bang, proton dan neutron mulai berkaitan membentuk inti atom pertama, terutama hidrogen dan helium.

Pembentukan galaksi dan bintang: Selama miliaran tahun, gravitasi menarik gas hidrogen dan helium untuk membentuk awan, gas, dan debu, yang kemudian berkondensasi menjadi galaksi, bintang, dan planet pertama.

OUR UNIVERSE

How is our Earth created?

Bintang pertama dan pengembangan

400 juta tahun setelah dentuman besar, partikel yang berkembang tadi membentuk bintang pertama dan terus berkembang. Gaya gravitasi yang menarik objek-objek yang berterbangan di sekitarnya menjadikan asteroid, komet, planet atau bahkan benda langit lainnya. Selama kurang lebih 8 miliar tahun, perkembangan itu terus terjadi dengan semakin banyaknya galaksi yang terdiri atas banyak bintang (termasuk matahari di tiap planet) dan kemudian berporos di sekitarnya. Salah satunya nanti membentuk galaksi tempat tinggal kita, yakni galaksi bima sakti (milky way).

Galaksi Bima Sakti Awal dan Fase Awal bumi

Galaksi bima sakti terbentuk dengan terdiri dari gumpalan gas dan juga berbagai partikel di dalamna. Partikel yang terdiri dari banyak batuandan juga gas ini kemudian menyatu dan membentuk berbagai gugusan planet dan tata surya yang banyak dengan matahari sebagai pusat tata suryanya. Kemudian bumi terbentuk dari sisa-sisa pembentukan matahari. Akibat tumbukan-tumbukan yang terus-menerus, suhu bumi menjadi sangat panas, kemudian terbentuklah material yang lebih berat seperti besi dan nikel tenggelam ke pusat bumi, membentuk bumi yang padat.

Benturan dengan Planet Theia dan terciptanya Bulan

Ada sebuah teori menarik, yakni bumi awalnya memang bergerak sesuai orbit namun banyak juga benda lain yang masih bergerak bebas di angkasa tanpa sumbu poros sehingga akan menabrak apa saja yang dilalui, Salah satu planet yang pernah menghantam bumi adalah planet theia, benturannya ini mengakibatkan planet tersebut hancur dan puing-puingnya tertarik oleh gravitasi bumi di luar angkasa. Gravitasi ini yang kemudian perlahan-lahan akan menyatu kembali menjadikan terciptanya bulan.

Fase-fase pembentukan bumi

Ada beberapa fase-fase pembentukan bumi kita diantaranya: fase Hadean, Fase Arkaekum, Fase Pretozoik, fase Paleozoic, dan fase Mesozoic.

Fase Hadean

Fase Hadean dimulai sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Nama “Hadean diambil dari Hades, dewa dunia bawah tanah dalam mitologi Yunani, yang menggambarkan kondisi bumi pada masa Hadean masih sangat panas dan penuh gejolak. Kondisi bumi pada masa Hadean masih sangat panas akibat proses pembentukannya dan tumbukan dengan benda langit lainnya. Permukaanya cair dan dipenuhi oleh lautan magma. Keadaan Atmosfer Bumi saat awal juga sangat berbeda dengan atmosfer saat ini. Terdiri dari gas-gas vulkanik seperti uap air, karbondioksisa, metana dan amonia. Tidak ada oksigen bebas pada masa ini. Selain itu, Bumi seringkali mengalami tabrakan dengan asteroid dan komet dalam periode yang disebut Bombardir Berat Akhir. Tumbukan-tumbukan ini menyebabkan perubahan besar pada permukaan Bumi, sehingga akibat kondisi ekstrim pada masa Hadean membuat kehidupan mustahil untuk bertahan.

Fase Arkaekum

Fase ini dimulai sekitar 4 sampai 2,5 miliar tahun yang lalu, fase ini ditandai dengan suhu bumi yang mulai mendingin namun belum stabil, Atmosfer Bumi pada masa ini sangat berbeda dengan sekarang, hal ini diakibatkan karena masih banyaknya gas-gas vulkanik seperti karbon dioksisa, metana, dan amonia membuat atmosfer menjadi sangat tebal dan tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal sekarang. Selain itu, terbukti bahwa fase ini menunjukan adanya lautan yang mulai terbentuk, adanya air ini berasal dari penguapan panas vulkanik kemudian mengembun dan membentuk lautan. Secara perlahan tapi pasti, kerak Bumi mulai mendingin dan mengeras, membentuk lempeng-lempeng tektonik awal. Selain itu, ditemukan juga kehidupan pertama dengan hadirnya Organisme pertama yang ditemukan. Makhluk ini berasal dari spesies Cyanobacteria/Sianobakteri. Bakteri jenis ini menggunakan metana, amonia, dan sulfat untuk berfotosintesis menghasilkan oksigen. penumpukan oksigen oleh bakteri ini memakan waktu yang sangat lama sebelum nantinya diperlukan untuk keberlangsungan hidup organisme selanjutnya. Hal ini dibuktikan secara sains dengan ditemukannya wilayah pegunungan di Australia yang menyimpan fosil dalam batuan, tempat ini bernama The Archean Rock Mountains.

Fase Pretozoik

Fase Pretozoik merupakan fase yang terjadi pada kisaran 2,5 miliar hingga 550 juta tahun yang lalu, Fase ini diyakini sebagai fase awal kehidupan, karena pada fase ini mulai banyak mikroorganisme yang muncul dan kebanyakan berada di wilayah laut. Pada peristiwa ini juga, terjadi banyak pergeseran benua secara signifikan yang mengubah wajah kenampakan permukaan bumi. hal ini terlihat bagaimana prediksi ilmuan mengenai super benua dari bentuk Rodinia sampai Gondwana. Secara umum, era Proterozoikum dibagi menjadi tiga periode utama yaitu: Paleoproterozoic sebagai periode tertua, ditandai dengan munculnya oksigen bebas di atmosfer. Mesoproterozoikum sebagai periode pertengahan, ditandai dengan pembentukan superbenua Columbia. Neoproterozoik sebagai periode termuda, ditandai dengan beberapa peristiwa glasiasi besar-besaran dan munculnya organisme multisel sederhana.

Fase Paleozoic

Fase Paleozoic adalah fase dimana mikroorganisma yang berbentuk hewan. Pada fase ini terjadi 3 kali mass extinction (kepunahan massal) yakni pada sekitar 440 juta tahun yang lalu, 370 juta tahun yang lalu, dan 252 juta tahun yang lalu. Adapun mengapa kepunahan massal tersebut terjadi karena over produksi oksigen di bumi sehingga menimbulkan kematian massal, ledakan vulkanik yang terlempar menjadi meteor dan jatuh ke tanah dan bencana alam lainnya. Pada fase ini juga mulai banyak mikroorganisme dan hewan yang lebih variatif dan menjadi nenek moyang hewan sekarang kelak, berbagai cabang sub zaman pada fase ini diantaranya: Cambrian, masa ketika sebagian besar kelompok hewan utama pertama kali muncul dalam catatan fosil. fase ini ditandai dengan munculnya Trilobite yang nantinya akan menjadi nenek moyang kepiting tapal kuda. Ordovician, dimana pada periode ini terjadi peningkatan signifikan dalam keanekaragaman hayati laut, dengan beragam organisme seperti trilobite, brachiopoda, karang, dan ikan purba tumbuh subur di laut. Silurian, masa ini ditandai dengan munculnya tumbuhan darat dan arthropoda yang pertama kali muncul, menandai langkah besar dalam evolusi kehidupan di darat. Devonian, pada zaman ini terjadi puncak keanekaragaman ikan. Berbagai jenis ikan, termasuk ikan bertulang rawan (seperti hiu) dan ikan bertulang keras (seperti ikan modern), berenang bebas di lautan dan mulai naik ke darat. Carboniferous, di zaman ini mulai tumbuh berbagai hutan rawa luas yang didominasi oleh lycopods raksasa, ekor kuda, dan pakis. Permian, zaman dimana benua pangea mulai mencapai bentuk finalnya dan muncul berbagai cikal bakal dinosurus reptil kloter pertama sebagai hewan berkembang biak. Terjadi juga kepunahan massal pada zaman ini dengan adanya hujan meteor akibat aktivitas vulkanis.

Fase Mesozoic

Fase ini dikenal sebagai fase keemasannya dinosaurus, karena ada banyak sekali varietas dinosaurus yang muncul lalu berkembang. Sebagaimana hewan modern pada hari ini, dinosaurus juga ada yang berhabitat di darat, laut maupun udara dengan bentuk fisiologis mereka, Dinosurus ini juga dibagi menjadi 3 subfase, yaitu Triassic, Jurassic, dan Cretaceous yang akan kita bahas pada lain kesempatan.

Ready to start your journey

let us explore universe together, hope we can give you great experience in this page